Aku sedang berjalan di by pass, hinnga sampai ditempat cucian mobil di
daerah tersebut pada sore menjelang malam hari. Ketika itu mobil
terakhir baru saja keluar dari tempat cucian mobil itu dan ke empat kuli
pencuci mobil sedang bermain main sambil lempar melempar lap cucian
sesamanya. Dua orang kuli sekitar usia 30-an sedang kan yang dua lagi
sekitar 18 - 20 tahunan, seorang memakai wearpack (coverall) dengan
kancing terbuka semua, tiga orang lagi bertelanjang dada, seorang
memakai celana jeans cut off dan dua orang lagi memakai boxer. Mereka
hitam legam berkilat karena terbakar matahari seharian dan otot otot
mereka membuat aku terpana, kontolku mulai bergetar didalam celana
ketika memperhatian kuli tersebut saling melempar dan bergelut di
pelataran cucian mobil tersebut.
Aku berhenti dan duduk memperhatikan mereka, ketika salah seorang kuli yang menghampiriku sambil berkata
"Mau ngapain, Mas "
" Ah, nggak cuma liat liat saja " jawabku seraya memperhatikan postur
kuli tersebut yang kekar, padat berisi mengisi wearpacknya (coverall)
basah kuyup yang agaknya 2 nomor kekecilan dari ukuran tubuhnya. Otot
dadanya yang bidang menyembul dari bajunya yang tidak berkancing dan
ketika ia menunduk mengambil lap yang jatuh dekat ujung kakiku akibat
lemparan temannya tampak olehku jembutnya yang hitam lebat memenuhi
pangkal batang kontolnya yang besar. Robekan pada wearpack yang
dipakainya cukup banyak dan sekitar kontolnya ada robekan yang sedikit
memanjang membuat biji pelernya yang gede menyembul disana.
Ketika itu
temannya yang paling muda memakai boxer bertelanjang dada datang
mendekatinya dari belakang dan menangkap kuli tersebut namun kelitan
kuli yang memakai wearpack menyebabkan kuli yang datang belakangan
justru terkunci.
" Mau liat kontol kuda si Udin, nggak " kata kuli yang mengunci si Udin
dengan sebelah tangannya yang kekar berotot sementara tangannya yang
lain memelorotkan boxer si Udin dan " plok " kontol si Udin melompat
keluar dengan gagahnya. Bingo ! ...... benar benar gede kontol si Udin
kaya kontol kuda, hitam berurat besar di batang kontolnya.
Aku otomatis mendekati mereka dan segera menjulurkan tanganku untuk
mengelus kontol kuda si Udin yang menggantung lemas diselangkangannya.
" Kalo gedenya seberapa besar ya ? " tanyaku sambil mengelus elus batang kontol itu dengan sedikit gemes
" Isep aja kalo lo mau, pasti keliatan seberapa gede kontol kuda ini"
kata kuli yang memakai wearpack seraya melepaskan kunciannya pada si
Udin dan mendorongkannya kearahku
Aku dan ke empat itu masuk ke bedeng tempat mereka mengaso, si Udin
jalan dengan kontolnya yang besar mulus tak berbulu itu berayun kekanan
kekiri seirama langkahnya menuju bedeng tersebut tanpa ada upaya untuk
memasukkannya kembali kedalam celana boxernya yang melorot tadi.
Sementara itu kuli yang memakai jeans cut off pun tidak kalah seksinya,
karena selain badannya yang kekar berotot dengan perutnya yang six pack,
potongan celananya sedemikian pendek sehingga mencapai pinggir daging
pantatnya yang kencang dan liat itu dan dari depan kepala kontolnya
keluar masuk mengintip dari pinggiran celana compang camping yang tak
berjahit. Kuli yang satu lagi sekitar usia 30-an memakai boxer yang
ternyata seluruh jahitannya sudah tetas karena lapuk oleh air, sehingga
tepatnya ia hanya memakai lembaran lembaran kain yang tergantung dikaret
celana boxernya, kontolnya ternyata paling besar diameternya. Dadanya
yang bidang berbulu sampai kearah pusernya dan turun menyatu dengan
jembutnya. Pahanya kekar berotot dan berbulu lebat kaya tembakau
rajangan, bau tubuh mereka khas bau laki laki jantan membuat aku
terangsang berat sehingga serasa tak sabar untuk menikmati kejantanan
mereka.
Sesampainya di bedeng aku segera jongkok menyambar kontol si Udin yang
telah siap untuk diemut, sementara itu ketiga kuli yang lain melihat
aksiku sambil tertawa dan melontarkan perbendaharaa kata kata joroknya.
Tak lama kemudian ketika kontol kuda si Udin mulai menunjukkan
keperkasaannya akibat lumatan mulutku terasa mereka mulai melucuti baju
dan celanaku sehingga aku telanjang bulat dikelilingi oleh 4 kontol gede
yang berkeluaran dari celana mereka masing masing dan ngaceng hitam
berkilat. Satu persatu kontol mereka aku jilat, emut dan isep sampai
kepangkal kerongkonganku, dan ketika akhirnya kuli yang memakai wearpack
mengangkatku pada kedua paha sehingga lobang pantatku terbuka.
Kontolnya yang ternyata dijuluki ular kobra dengan kepala kontolnya yang
mengembang sempurna keluar dari robekan wearpacknya, diarahkannya
kelobang pantatku dan bless..... owww, atiiit tapi ueeenaaak menjebol
lobang pantatku. Aku diangkatnya naik turun den pinggulnya maju mundur
merojok kontolnya itu, sementara si Udin menjilati pinggir lobang
pantatku dan terkadang menjilat batang kontol yang masih tersisa diluar
lobang pantatku dengan lidahnya yang liar.
" Chok... plok chokk chokk plok " bunyi kontol yang mengentoti lobang pantatku karena basah oleh ludah si Udin
Aku menggelinjang gelinjang geli ketika merasakan lidah si Udin menjilat
pinggir lobang pantatku sementara kuli yang memakai wearpack yang
mengentotiku melumat bibirku, leher dan pentilku dengan buasnya.
Tanganku meremas mencakar punggungnya membuat kuli yang mengentotiku
semakin buas saja.
" Nggghhh... nggghhh, shhh, ahhh, nggghhh... nggghhh...."
" Uhhh... yang dalam, mass... fuck me, yang keras maaass...
shhh ...ohh, fuuuuck meee..... ohh " rintihku
Tak lama aku diturunkan dan disuruh doggy style sementara ke empat kuli
itu secara bergantian dengan eksperimennya masing masing menghajar
menjejal mulut dan pantatku abis abisan dengan kejantanan kontol gede
mereka. Rata rata dua atau tiga kali masing masing kuli itu ngecret
dengan menumpahkan air maninya yang berlimpah kedalam mulut, lobang
pantat, kemuka dan ke sekujur tubuhku, sehingga hari itu aku benar benar
penuh berlumuran air mani.
Setelah mereka puas, aku jilati satu persatu kontol dan biji peler itu
hingga bersih dari sisa air mani bekas permainan liar dan buas tadi.
Satu persatu mereka keluar dari bedeng karena ada satu truk yang baru
masuk hendak dicuci malam hari itu. Tanpa membersihkan leleran air mani
ditubuhku langsung saja aku memakai baju dan celanaku dan pergi
melangkah dengan gontai meninggalkan tempat cucian mobil. Baju dan
celana yang ku pakai malam itu tidak pernah aku cuci hingga kini,
sesewaktu kalo lagi horny kuambil baju atau celana itu untuk kuhirup
baunya sambil mengingat kejadian perkentotan yang liar dan buas di
cucian mobil.... tentunya sambil aku ngloco crrrott... croot...
croottt... nggghhh... ah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar